Engineer memliki perbedaan yang mendasar dengan Scientist (ilmuwan). Terkadang kita masih kurang tahu sebenarnya jati diri kita sebagai seorang Engineer meskipun kita sudah kuliah dibidang engineering selama beberapa tingkat. Berikut ini merupakan tinjauan tentang Engineer.
Etimologi Engineer
Kata Engineer bersumber dari bahasa Latin ”ingenero”, kemudian dalam bahasa Inggris diartikan ”to produce”, ”to generate” dan ”to implant”. Jadi peran engineer disina adalah untuk memproduksi dan mengembangkan suatu produk sehingga diperoleh suatu hasil real. Seorang Engineer berbeda dengan Teknisi.
Engineer vs scientist
Scientist memiliki tugas pokok untuk menemukan fakta-fakta baru, secara teoritis tanpa adanya perhatian terhadap dunia buatan manusia.
Engineer peduli dengan dunia buatan manusia. Tanggung jawab pokoknya adalah merancang dan merencanakan program-program riset, proyek – proyek pengembangan, plant-plant industrial, prosedur produksi, metode konstruksi, program penjualan, prosedur operasi dan pemelihaaan struktur ataupun proses.
Inventor
Inventor berbeda lagi, inventor adalah penciptaan suatu hal yang baru. Contohnya adalah penciptaan pesawat terbang pertama oleh Wright Besaudara, Telepone oleh Alexander Graham Bell dll. Tentunya pada saat pertama kali diciptakan, teknologi belumlah sempurna dan memadai untuk digunakan secara masal oleh manusia. Untuk itu terdapat perkembangan-perkembangan dari produk inventory tersebut sehingga diperoleh suatu produk yang lebih baik. Proses perkembangan inilah yang disebut Inovasi.
Seorang enginer yang baik harus meiliki kriteria berikut ini,
− Mengetahui dasar keilmuan dari bidang yang diminati
− Kreatif dan inovatif
− Efisien dan Efektif
Efisiensi
Dalam Engineering efisiensi merupakan ratio antara outcame yang dihasilkan terhadap incame . Efisiensi ini ditinjau dari dua aspek, yaitu aspek teknis dan aspek ekonomis. Teknis disini menyatakan bagaimana hubungan antara besaran income dan outcome sehingga diperoleh suatu produk yang bermanfaat. Sedangkan dari tinjauan ekonomis adalah bagaimana biaya yang disediakan untuk melakukan produksi, apakah cucok dengan outcome yang diperoleh secara teknis.
Efektif
Efektif lebih ditekankan pada kegunaan, atau ketepatan guna. Jadi penciptaan suatu produk harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
Harus Efektif dan Efisien !
Berikut ini beberapa imaginasi yang akan menggambarkan tentang efektif dan efisien sehingga lebih mudah dipahami.
Terdapat suatu lomba berburu rusa. Seorang peserta menggunakan senapan untuk melakukan perburuan dan berhasil membunuh rusa. Sedangkan peserta yang satu menggunakan bom nuklir untuk membunuh satu rusa. Dia juga berhasil membunuh rusa. Keduanya sama-sama dapat membunuh rusa, tapi apakah yang menggunakan nuklir dapat disebut efisien?
Sebaliknya ketika Sekutu ingin membumihanguskan Hiroshima dan Nagasaki, apakah jika amerika menggunakan bom molotov dapat dikatakan efektif. Sekutu memilih nuklir karena sangat efektif, orang jepang yang sedang duduk santai aja bisa menguap. Betapa efektifnya. (Tapi menurutku sungguh tidak efektif dilihat dari sisi kemanusiaan, jangan biarkan kejadian ini terjadi, nuklir untuk kemanusiaan jangan untuk perang )
Buat seorang Engineer harus ditambah dengan pengetahuan mengenai ekonomi untuk menambah kriteria di atas, sehingga terciptalah suatu produk yang efisien dan efektif.
2 tanggapan so far ↓
dinar // September 5, 2008 pada 5:55 am
De’ aku minta izin pakai artikelnya ya buat ngisi di ekamas.org, aku belum sempat memperbaiki webnya, krn ngejar keburu kehabisan waktu pingin dapat gelar engineer, investornya(ortu) sudah marah-marah disuruh cepat lulus.
akurprihartanto // September 7, 2008 pada 10:33 am
yupz, , , , ,