Oleh: akurprihartanto | Agustus 6, 2008

Pemuda Penjual Roti

Ini cerita terjadi di timur-tengah beberapa abad yang lalu. Ada seorang pemuda muslim yang sangat alim dan jujur. Kesaehariannya dia berdagang roti berkeliling kampung dengan onta arab. Onta arab yang dia naiki sudah tua, jelek, dan lambat. Tapi pemuda itu sangat menyayangi onta arab tersebut, karena baginya Onta tersebut merupakan teman hidup dan teman seperjuangannya.

 

Pada suatu siang, pemuda itu lewat depan rumah seorang wanita. Wanita itu menginginkan roti dan menyuruh pemuda pedagang roti itu masuk rumahnya. Di dalam rumah tersebut wanita mempersilahkan pemuda itu duduk, pemuda itu sangant kagum dengan rumah itu, rumah yang sangat besar dan dipenuhi dengan barang-barang antik yang mahal hargannya.

 

Ternyata wanita tersebut terpesona dengan ketampanan pemuda tersebut. Kemudian wanita tersebut berkata :

Wanita : ”Mas, maukah kamu hidup denganku dengan beberapa kekeayaanku ini, dan meninggalkan semua pekerjaanmu sebagai tukang roti yang melelah itu ? ”

Pemuda : ”Maaf, saya tidak akan menikahi orang yang telah bersuami”.

Wanita : ”Tidak usah menikah lagi, Just do it, Ok ”

 

Wanita itu mengajak pemuda untuk melakukan hubungan selakyaknya suami istri.

 

Pemuda : ”Maaf mbak, zina itu hukumannya sangat berat, hukuman dunia maupun akhirat. ”

Wanita : ” Eh kamu tau tidak, di suatu negara di timur sana, ada seorang wakil rakyat yang minta wanita lho ketika mengadakan kunjungan di suatu daerah, itu percakapannya terbukti lho, suer.”

Pemuda : ” Ah mbak, oh d negara yang katanya kaya raya, gemah ripah loh jinawi itu ya. Iya mbak, itu terjadi karena orang itu tidak mampu untuk mengendalikan diri terhadap hawa nafsunya, dia termakan oleh nafsunya sendiri.”

Wanita : ”Tidak usah banyak ngomong, aku tidak akan membukakan pintu sebelum kamu melayani aku.”

 

Wanita itu sudah dukuasai oleh nafsunya sendiri. Pemuda itu bingung lalu dia minta waktu untuk melakukan shalat.

 

Pemuda : ” Izinkan aku shalat dua rokaat dulu. ”

 

Wanita itu memperbolehkan pemuda tersebut untuk shalat di lantai tiga. Setelah selesai shalat pemuda tersebut memohon doa kepada Allah agar dia mampu terbebas dari wanita tersebut. Kemudian pemuda tersebut mendekati jendela lantai tiga tersebut.

Pemuda : ” Ya Allah, hambamu ini adalah manusia yang tekut dengan segala dosamu dan takut terhadap azabmu, maka bebaskanlah aku dari wanita di rumah ini. Daripada saya hidup dengan dosa lebih baik saya mati bersamannya.”

 

Kemudian pemuda itu terjun dari lantai 3, dan Alhamdulillah malaikat Jibril menyelamatkannya. . . . . .

 

 


Responses

  1. Beneran neh ceritanya ? ko kaya agak terlalu sinetron ?

  2. Cerita ini diriwayatkan dalam hadits, memang sih haditsnya tergolong lemah, paling tidak kita bisa mengambil teladannya . . .
    cerita ini diambil dari sebuah buku . . .


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: